SATPOL PP
WANITA
Oleh
Yanti Purnamasari
Sebelum kemerdekaan, peran wanita
biasanya hanya diam di rumah tanpa bisa mengambil peran di masyarakat luas.
Wanita hanya dapat bekerja di dapur, sumur dan kasur itulah yang sering kita
dengar sewaktu dulu. Akan tetapi dengan adanya perjuangan dari wanita pada
tahun-tahun sebelumnya seperti R.A. Kartini, Cut Nyadien, dll. wanita bisa
melebarkan sayapnya dalam lingkungan sosial, tidak hanya dalam hal pendidikan
yang dapat wanita raih jenjang yang tinggi akan tetapi dalam hal pekerjaan pun
wanita pada zaman sekarang ini dapat memilih pekerjaan dengan kemampuan mereka
masing-masing.
Zaman sekarang ini disebut zamannya
emansipasi wanita, saya setuju dengan adanya emansipasi wanita akan tetapi kita
sebagai wanita khususnya seorang wanita karir yang sudah berkeluarga harus tetap
ingat juga terhadap kewajiban yang harus dipenuhi sebagai seorang ibu rumah
tangga.
Di sini saya mengambil kasus tentang
SATPOL PP wanita karena menurut saya dalam kasus ini jarang sekali wanita yang
menjadi SATPOL PP di Indonesia akan tetapi akhir-akhir tahun ini kita sering
melihat berita di televisi anggota yang menjadi SATPOL PP ada yang
beranggotakan wanita meskipun hanya minoritas. Menurut saya sendiri wanita yang
menjadi anggota SATPOL PP merupakan pekerjaan yang sangat luar biasa, karena
kita harus menangani kerapiahan dan ketaatan para pedagang kaki lima khusus nya
di jalan raya yang kurang mengerti kerapihan.
SATPOL PP wanita juga di tugaskan untuk
menjadi pihak pertama yang menjadi sarana mediasi bagi SATPOL PP dengan pihak
masyarakat dengan bertujuan agar menjadi wajah baru dan tidak menimbulkan
ketegangan diantara kedua belah pihak. Karena ini tercermin dari sifat wanita
yang halus, lembut, dan tenang sehingga jika adanya perdebatan bisa berjalan
dengan tenang dan damai tanpa diperlukannya tindakan yang keras dan pemaksaan.
Dengan pendekan yang demikian itu efek dari SATPOL PP sendiri dalam menertibkan
lingkungan lebih ampuh.
Ini terbukti dengan adanya SATPOL PP
wanita para pedagang kaki lima lebih merasa nyaman dan senang ketika
diberitahukan tentang pelarangan berdagang dengan menggunakan bahu jalan dan
trotoar sebagai lahan lapak mereka dari pada dengan tindakan SATPOL PP yang
mengundang adanya kekerasan.
Pekerjaan yang dilaksanakan para wanita
hebat ini sungguh sangat luar biasa, mereka tidak takut dengan resiko yang akan mereka hadapi
setiap harinya. Mereka harus bergulat dengan panasnya terik matahari, bisingnya
kendaraan, hiruk pikuk para pedagang yang tak tau aturan. Dan mereka juga harus
bertugas sebagai seorang wanita di dalam rumah mereka baik yang sudah
berkeluarga mapun yang belum berkerluarga.
Seperti keinginan para pejuang wanita
terdahulu, wanita harus maju dalam membangun peradaban negara tercinta ini. Jangan sampai malah kita membuang sia-sia pengorbanan para pejuang
wanita yang telah rela mengorbankan nyawa dan seluruh hidupnya demi
kelangsungan dan keadilan yang akan wanita terima saat ini. Kita juga harus
dapat membangun negeri ini dengan segala usaha yang kita berikan dalam berbagai
bidang yang kita geluti. Jangan samapai para wanita Indonesia hanya bisa
menatap bangsa lain yang semakin maju. Kita juga bisa menunjukan bahwa
wanita-wanita Indonesia merupakan wanita yang hebat yang dapat memberi kebanggan
terhadap negara tercinta ini.